Salah satu petani tembakau di Kecamatan Kalitidu, Ngatmo mengatakan, penurunan harga tembakau membuat petani hanya bisa gigit jari. Harga tembakau panen awal hanya terjual Rp1.500 per kilogram, sedangkan tahun lalu bisa mencapai Rp 3.000 per kilogram. Menurutnya, biasanya harga panen awal ini memang rendah, namun pada masa panen kedua dan ketiga harga tembakau bisa mencapai harga tertinggi.
“Ya bagaimana lagi, kalau petani kecil cuma bisa manut saja dengan harga yang turun ini. Kami hanya takut, harga ini jadi permainan saja,” kata Ngatmo.
Sementara itu harga tembakau rajang juga dirasakan semakin rendah. Tahun lalu bisa mencapai Rp35.000 per Kilogram (Kg), tetapi sekarang tinggal Rp15.000/Kg. Petani sangat merugi jika harus menjual rajangan. Makanya petani lebih memilih menjual tembakau daun.
Tahun ini luasan areal tanaman tembakau mencapai lebih Rp13.000 Hektar (Ha). Para petani berharap pemerintah bisa menstabilkan harga tembakau. Karena secara kualitas tembakau sekarang cukup bagus. [oel/lis/kom.]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar