Sabtu, 22 September 2012

Makanan Khas

Makanan Khas Bojonegoro
  • Ledre
  • Keripik Pisang
  • Tortila
  • Rengginang Singkong
  • Krupuk Bang Jo
  • Serabi dan Getuk
Ledre adalah makanan ringan khas Bojonegoro dengan aroma pisang raja yang khas. Ledre cocok disajikan sebagai teman minum teh maupun oleh-oleh.
Industri rumahan ini terbesar di Kecamatan Purwosari  dan Kecamatan Padangan arah barat kota Bojonegoro. Saat ini telah diproduksi Ledre dengan berbagai ukuran dan kemasan. rekor MURI telah Dipecahkan pada tahun 2009, yaitu pembuatan Ledre terbesar dan terpanjang.
Keripik Pisang Khas Bojonegoro ini memiliki keunikan dibandingkan keripik pisang dari daerah lain, yaitu menggunakan pisang“SOBO PIPIT” atau Pisang “KEPOK”.
Usaha pengolahan keripik pisang tidak memerlukan teknologi tinggi dan modern. Oleh karena itu, industri ini dapat diterapkan pasa indsutri kecil, industri rumah tangga ataupun industri menengah. Pendirian usaha
pengolahan keripik pisang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan menambah nilai tambah buah pisang.
Ketersediaan jagung di berbagai daerah di Bengkulu membuka peluang kegiatan usaha bagi masyarakat. Salah satunya adalah membuat aneka produk olahan jagung. Pengolahan jagung bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dan nilai jualnya, serta meningkatkan daya tahan simpan jagung dalam bentuk produk olahan. Salah satu produk olahan jagung yang cukup potensial adalah TORTILA CHIPS.
Desa Tulungsejo Kecamatan Trucuk merupakan salah satu sentara industri rumah tangga, Terletak diarah barat laut kota Bojonegoro dan berada di seberang sungai Bengawan Solo.
Makanan Khas berbahan baku singkong (ubi kayu) ini juga merupakan camilan khas Bojonegoro. Diolah secara tradisional sehingga menambah cita rasa. Sentra produksi ini terdapat di desa Ngraseh Kecamatan Dander Bojonegoro.
Adalah Kristianingsih, pengusaha cemilan asal Bojonegoro, yang memopulerkan rengginang berbahan baku singkong ini. Walaupun begitu, bentuk dan rasa rengginang buatan wanita yang akrab disapa Kristin ini tidak berbeda dengan rengginang dari beras ketan.
Kristin menuturkan, ide membuat rengginang dari singkong timbul setelah melihat produksi singkong yang melimpah di Bojonegoro. Saking melimpahnya, banyak singkong yang lantas terbuang begitu saja. Petani pun kerap mengobral singkong mereka saat panen. Kala itu, harga satu kg singkong cuma Rp 200.
Kerupuk abang ijo, kerupuk dengan warna merah, kuning, hijau dan putih. Kerupuk ini mempunyai rasa yang khas Bojonegoro.
Pabrik kerupuk ini terletak tak jauh dari klenteng di Jl. Jaksa Agung Suprapto, dan desa Panjunan Kecamatan Kalitidu, usaha turun temurun ini mungkin telah dimulai sejak 60 tahun yang lalu.
Rasa khas dari kerupuk ini tak tergantikan oleh modernisasi jaman, mungkin karena cara menggorengnya masih tradisional, menggunakan sekam sebagai media bahan bakar. Dan rasa dari kerupuk ini menuntaskan rasa kangenku akan rasa Bojonegoro.
Krupuk Bang Jo ini dijual dipasar maupun Depot Warung.
Serabi Bojonegoro rasanya gurih menyehatkan tersebar di setiap wilayah Bojonegoro cocok untuk makan pagi atau malam hari.
Bahan utama pembuatan kue serabi adalah tepung beras atau terigu dan santan. Secara umum kue serabi berasa manis dengan aroma manis gula merah yang khas.
Gethuk
Terbuat dari tepung singkong dibuat secara alami tanpa bahan pengawet banyak ditemui dipasar-pasar tradisional palingterkenal Gethuk Banjarsari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar