Makanan Khas Bojonegoro
Ledre adalah makanan ringan khas Bojonegoro dengan aroma pisang raja
yang khas. Ledre cocok disajikan sebagai teman minum teh maupun
oleh-oleh.
Industri rumahan ini terbesar di Kecamatan Purwosari dan Kecamatan
Padangan arah barat kota Bojonegoro. Saat ini telah diproduksi Ledre
dengan berbagai ukuran dan kemasan. rekor MURI telah Dipecahkan pada
tahun 2009, yaitu pembuatan Ledre terbesar dan terpanjang.
Keripik Pisang Khas Bojonegoro ini memiliki keunikan dibandingkan keripik pisang dari daerah lain, yaitu menggunakan pisang“SOBO PIPIT” atau Pisang “KEPOK”.
Usaha pengolahan keripik pisang tidak memerlukan teknologi tinggi dan
modern. Oleh karena itu, industri ini dapat diterapkan pasa indsutri
kecil, industri rumah tangga ataupun industri menengah. Pendirian usaha
pengolahan keripik pisang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan menambah nilai tambah buah pisang.
Ketersediaan jagung di berbagai daerah di Bengkulu membuka peluang
kegiatan usaha bagi masyarakat. Salah satunya adalah membuat aneka
produk olahan jagung. Pengolahan jagung bertujuan untuk meningkatkan
nilai tambah dan nilai jualnya, serta meningkatkan daya tahan simpan
jagung dalam bentuk produk olahan. Salah satu produk olahan jagung yang
cukup potensial adalah TORTILA CHIPS.
Desa Tulungsejo Kecamatan Trucuk merupakan salah satu sentara
industri rumah tangga, Terletak diarah barat laut kota Bojonegoro dan
berada di seberang sungai Bengawan Solo.
Makanan Khas berbahan baku singkong (ubi kayu) ini juga merupakan
camilan khas Bojonegoro. Diolah secara tradisional sehingga menambah
cita rasa. Sentra produksi ini terdapat di desa Ngraseh Kecamatan Dander
Bojonegoro.
Adalah Kristianingsih, pengusaha cemilan asal Bojonegoro, yang
memopulerkan rengginang berbahan baku singkong ini. Walaupun begitu,
bentuk dan rasa rengginang buatan wanita yang akrab disapa Kristin ini
tidak berbeda dengan rengginang dari beras ketan.
Kristin menuturkan, ide membuat rengginang dari singkong timbul
setelah melihat produksi singkong yang melimpah di Bojonegoro. Saking
melimpahnya, banyak singkong yang lantas terbuang begitu saja. Petani
pun kerap mengobral singkong mereka saat panen. Kala itu, harga satu kg
singkong cuma Rp 200.
Kerupuk abang ijo, kerupuk dengan warna merah, kuning, hijau dan putih. Kerupuk ini mempunyai rasa yang khas Bojonegoro.
Pabrik kerupuk ini terletak tak jauh dari klenteng di Jl. Jaksa Agung
Suprapto, dan desa Panjunan Kecamatan Kalitidu, usaha turun temurun ini
mungkin telah dimulai sejak 60 tahun yang lalu.
Rasa khas dari kerupuk ini tak tergantikan oleh modernisasi jaman,
mungkin karena cara menggorengnya masih tradisional, menggunakan sekam
sebagai media bahan bakar. Dan rasa dari kerupuk ini menuntaskan rasa
kangenku akan rasa Bojonegoro.
Krupuk Bang Jo ini dijual dipasar maupun Depot Warung.
Serabi Bojonegoro rasanya gurih menyehatkan tersebar di setiap wilayah Bojonegoro cocok untuk makan pagi atau malam hari.
Bahan utama pembuatan kue serabi adalah tepung beras atau terigu dan
santan. Secara umum kue serabi berasa manis dengan aroma manis gula
merah yang khas.
Gethuk
Terbuat dari tepung singkong dibuat secara alami tanpa bahan pengawet
banyak ditemui dipasar-pasar tradisional palingterkenal Gethuk
Banjarsari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar